Selasa, 16 Januari 2018

11 Ramuan Alami Penambah Nafsu Makan Ternak

11 Ramuan Alami Penambah Nafsu Makan Ternak

11 Ramuan Alami Penambah Nafsu Makan Ternak - Ramuan alami, saat ini banyak dicari dan banyak digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit maupun digunakan untuk menambah nafsu makan baik untuk manusia maupun hewan ternak piaraan. 

Mempunyai hewan ternak yang memiliki nafsu makan yang tinggi, tentu sangat menyenangkan, karena ternak akan cepat besar dan gemuk, hal itu tentu akan sangat mengguntungkan dari sisi nilai jual. Bila Anda memiliki ternak yang kurang mempunyai nafsu makan, Anda bisa mencoba beberapa resep ramuan alami berikut ini untuk mengatasinya.

11-Ramuan-Alami-Penambah-Nafsu-Makan-Ternak

11 Resep ramuuan alami penambah nafsu makan berikut ini bahan-bahannya sangat mudah didapat di sekitar kita, apalagi bagi Anda yang hidup di daerah pedesaan. Berikut ini ramaun-ramuan serta bahan-bahannya  :

1. Ramuan Pertama
  • Bahan :  Temu ireng, temulawak, kunyit, lempuyang, 10-15 buah pace atau mengkudu. 
  • Cara Membuat :  Semua bahan ditumbuk halus lalu diberikan bersama ransum kambing seminggu sekali.

2. Ramuan Kedua
  • Bahan  :  Dua sisir pisang, santan, gula jawa, garam dapur. 
  • Cara Membuat  :  Semua bahan dimasak sampai menjadi bubur kemudian diberikan ke ternak kambing secukupnya.

3. Ramuan Ketiga
  • Bahan  :  Telur ayam kampung, sebotol kecap.
  • Cara Pemakaian  :  Berikan telur dan kecap sekali sehari pada ternak kambing.

4. Ramuan Keempat
  • Bahan  :  15 lembar daun talas/keladi, 15 sendok garam.
  • Cara Membuat  :   Semua bahan dimasak/dipanaskan sampai mendidih. Setelah dingin kemudian berikan pada ternak kambing sehari sekali.

5. Ramuan Kelima
  • Bahan  :  Temu ireng, asam jawa 1 genggam dan garam secukupnya. 
  • Cara Membuat  :  Tumbuk bersama-sama campuran bahan lalu berikan sekali sehari secukupnya.

6. Ramuan Keenam
  • Bahan  :  Buat campuran gula jawa, asam jawa (Tamarindus indica) dan beberapa butir telur ayam. 
  • Cara Membuat  :  Berikan tiap hari sampai ternak pulih nafsu makannya.

7. Ramuan Ketujuh
  • Bahan  :  Daun pepaya (Carica papaya Linn) 
  • Cara Membuat  :  Daun pepaya ditumbuk lalu diperas, ambil airnya kemudian campur dengan beberapa butir telur ayam kampung, kemudian berikan pada ternak secukupnya.

8. Ramuan Kedelapan
  • Bahan  :  Gist (biang roti) atau ferment 10 gr, bawang putih 50 gr.
  • Cara Membuat  :  Giling Gis bersama bawang putih 50 gr. Cara pemberianya dicampurkan pada rumput atau air, diberikan 2 kali seminggu.

9. Ramuan Kesembilan
  • Bahan  :  Lempuyang (Zingiber aromatica) dan Temulawak (Curcuma xanthoriza) 
  • Cara Membuat  :  Semua bahan ditumbuk kemudian + kecap + sedikit air, dimasak, diberikan seminggu 2 kali.

10. Ramuan Kesepuluh
  • Bahan dan cara membuatnya  :  Untuk pedet (lepas sapih) dibuat campuran 3 btr telur itik, daging kelapa muda 1 btr, 1 gelas air kelapa muda dan 3 sendok gula pasir. Diberikan seminggu sekali.

11. Ramuan Kesebelas
  • Bahan  :  Seonggok daun jarak (Jatropha curcas Linn) 
  • Cara Membuat  :  Semua bahan direndam dalam air garam disimpan dalam wadah dari tanah liat disimpan beberapa bulan. Minumkan larutan tersebut 1 sendok sekali tiap hari pada sapi. Air boleh ditambah kedalam wadah bila diperlukan.

Itulah 11 Ramuan Alami Penambah Nafsu makan Ternak yang bosa Anda buat sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada disekitar kita. Semoga bermanfaat.

Minggu, 31 Desember 2017

Cara Memberikan Daun Singkong Pada Kambing Agar Tidak Keracunan

Cara Memberikan Daun Singkong Pada Kambing Agar Tidak Keracunan

Daun singkong, selain bisa dikonsumsi manusia juga sangat bagus bila diberikan pada ternak kabing, karena kandugan proteinnya sangat banyak. Namun banyak peternak kabing yang takut untuk memberikan jenis hijauan ini karena takut kabingnya keracunan.

Daun-singkong

Pada beberapa kasus kabing keracunan daun singkong, hal itu disebabkan karena salah didalam cara memberikannya. Berikut ini beberapa tips cara mengambil dab memberikan daun singkong untuk ternak kambing supaya aman dan tidak keracunan  :

1. Agar daun singkong aman untuk kambing, berikan daun singkong setelah kondisi kering atau sudah layu, adapun cara pengeringganya bisa dengan dijemur ataupun layu dengan sendirinya. Cara ini bisa dilakukan bagi Anda yang belum terbiasa memberikan daun singkong sebagai pakan ternak kabing.

2. Jangan pernah ambil daun singkong yang habis dipupuk, kadar pupuk (urea) yang terdapat pada daun singkong, bisa membuat kabing keracunan.

3. Ciri – ciri singkong yang habis di pupuk adalah daunnya berwarna hijau segar dan biasanya lebih lebar – lebar. Selain itu tepat setelah dua hari sampai seminggu setelah singkong dipupuk akan ada jejak pupuk di bagian bawah dekat dengan batang singkong.

4. Beikan daun singkong pada jam 15-16.

Itulah cara memberikan daun singkong pad ternak kambing agar tidak keracunan. Demikian postingan singkat kali ini semoga ada manfaatnya. Salam Tani.

Sabtu, 30 Desember 2017

13 Obat Tradisional Untuk Ternak Kambing

13 Obat Tradisional Untuk Ternak Kambing

13 Obat Tradisional Untuk Ternak Kambing - Ternak kambing adalah salah satu budidaya peternakan yang cukup menjanjikan bila dikelola dengan baik. Meningkatnya permintaan pasar akan kebutuhan daging kambing, apalagi jika masuk Idul Adha , tentu menjadi potensi yang bagus untuk budidaya kambing asal dikelola dengan baik dengan memperhatikan kesehatan kambing agar selalu terhindar dari berbagai penyakit yang bisa menyerang kambing.

Memiliki kambing-kambing yang sehat, tentu menjadi dambaan bagi setiap peternak kambing, kambing yang sehat tentu pertumbuhannya juga akan cepat besar dan selain itu, bila di jual tentu harganya juga akan mahal dan disukai oleh pembeli. Agar kambing tetap sehat dan mempunyai nafsu makan yang tinggi, sebenarnya ada obat tradisional yang bisa dimanfaatkan.

Beberapa obat tradisional untuk ternak kambing, diantaranya adalah untuk meningkatkan stamina kambing, meningkatkan nafsu makan kambing, mengobati perut kembung pada kambing, mengobati kudis pada kambing, mengobati keracunan pada kambing, meningkatkan libido pejantan kambing dan lain sebagainya. Nah, berikut ini ada 13 Ramuan Obat Tradisional Untuk ternak kambing yang bisa menjadi rekomendasi bagi Anda.

Kambing Sehat

1.  Obat Meningkatkan Stamina Dan Daya Tahan Tubuh Serta Mencegah Stres

Masalah stamina dan stres, sering terjadi pada kambing yang baru saja dibeli, terutama sehabis perjalanan jauh. Proses adaptasi atau penyesuaian pada lingkungan yang baru akan membuat kambing mengakibatkan stres dan menurunnya stamina. Jika dibiarkan berlanjut tanpa penanganan ternak kambing mudah terserang penyakit dan bisa menyembakan kematian.

Selain faktor stres, faktor pergantian musim juga memiliki adil besar bagi kambing cepat terkena penyakit, adapun tanda-tanda kambing yang staminanya menurun dan juga stres adalah sebagai berikut :

Tanda klinis
Kambing akan menjadi lesu serta nafsu makan akan berkurang,  bahkan kambing bisa saja tidak mau makan dan hanya akan sering terlihat duduk-duduk saja.

Pencegahan
Untuk mencegah terjadinya stres dan lesu serta nafsu makan kurang karena kambing baru beradaptasi, sebaiknya tempatkanlah kambing pada kandang/lokasi yang teduh, Agar tidak menambah stres, hindari kambing dari suara kegaduhan atau sesuatu yang membuat kambing menjadi kaget. Karena baru beradaptasi, sebaiknya berikan pakan sesuai daerah asal (ramban atau dedaunan yang sudah layu ± 3 jam).

Ramuan Pencegah Stres Dan Kurang Stamina 

Untuk menambah stamina dan mengobati stres, Anda bisa memberikan ramuan obat berikut ini pada kambing yang baru saja dibawa dari perjalanan jauh.
  • Larutkan gula merah ¼ kg dicampur asam jawa secukupnya. Jamu ini diberikan ketika kambing saat baru tiba dari perjalanan jauh (pra droping). Jamu ini bisa diberikan 1 (satu) minggu satu kali dan dua hari berturut-turut sesaat setelah droping.
  • Madu ¼ gelas dicampur dengan kuning telur itik 1 butir. Berikan jamu ini dengan cara diminumkan.

2. Meningkatkan Nafsu Makan Kambing

Kambing yang memiliki nafsu makan tinggi, maka produktifitas pertumbuhannya juga akan semakin meningkat dan ternak dapat terjaga staminanya, kambing juga akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat, tidak mudah strees dan juga aman dari serangan penyakit. Untuk meningkatkan nafsu makan perlu diberikan ramuan sebagai berikut :
  • Ambil daun talas sebanyak 3 lembar, garam dapur 3 sendok makan, kemudian rebus daun talas bersama garam selama 15 menit. Berikan daun talas yang sudah matang, pada kambing, setip 1 kambing satu lembar.
  • Kencur segar 1 ons, diparut dan dicampur kuning telur ayam 1 butir, jamu ini diberikan setiap 3 hari sekali sampai kondisi makan kambing normal.
  • Mentimun 2 buah diparut, lalu dicampur garam dapur, asam jawa, terasi dan air secukupnya. Ramuan ini siap diberikan pada kambing untuk sekali pemberian.
  • Daun buni 5 lembar, lengkuas sebesar ibu jari, terasi dan garam dapur secukupnya ditumbuk hingga halus lalu ditambahkan air secukupnya. Ramuan ini diperas dan airnya disaring dan diberikan pada 2 ekor kambing.
  • Pucuk daun durian 5 lembar, daun buni 5 lembar, daun dadap serep 5 lembar, terasi dan garam dapur secukupnya kemudian bahan ini dihaluskan. Tambahkan sedikit air dan airnya diperas. Air perasan ini diberikan pada 2 ekor kambing.

3. Perut kembung (tympani / bloat)
Kembung disebabkan oleh penimbunan gas dalam perut akibat proses fermentasi berjalan cepat. Tingginya akumulasi gas menekan organ dalan tubuh sehingga menimbulkan kesakitan, pernapasan dengan mulut terbuka atau frekuensi pernapasan tinggi, serta frekuensi buang air besar dan kencing meningkat.

Agar ternak terhindar dari perut kembung, hindari pemberian pakan kambing sebagai berikut :

  • Pakan hijauan yang masih terlalu muda, banyak mengandung air atau terlalu basah, baik terkena air hujan atau embun. Maka sebaiknya kambing diberi pakan hijauan yang sudah kering dari embun pagi.
  • Pakan dari bahan pakan yang mudah dan cepat difermentasi seperti kol, lobak dan wortel secara berlebihan.
  • Pakan biji-bijian yang tergiling halus terlalu banyak, tetapi kurang mendapat hijauan berserat.
  • Pakan leguminosa (daun kacang-kacangan) terlalu banyak.
  • Bila keadaan memaksa, hijauan sebaiknya diberi percikan minyak kelapa.
Tanda klinis :

  • Kambing merasa gelisah, sakit, dan sulit bernapas.
  • Perut bagian kiri mengalami pembesaran yang bila ditepuk akan berbunyi seperti bedug/gendang.
  • Punggung membungkuk, denyut jantung melemah, selaput lender mulut kebiruan.
  • Ternak jatuh dan susah bangun lagi, bila dibiarkan ternak dapat mati mendadak.
Pengobatan jamu :

  • Minyak nabati (minyak kelapa, minyak kedelai, atau minyak sawit) sebanyak 100-200 ml (sekitar ½ - 1 gelas) dengan cara dicekok.
  • Kambing dicekok 200 cc “sprite/soda”, lalu perut yang kembung sebelah kiri dibalur dengan bawang merah hanlus dan sudah dicampur dengan minyak angin. Bila angin sudah keluar melalui anus, kedua kaki depan diangkat ke atas sambil sisi perut dijepit dengan kaki kita. Mulut kambing harus selalu terbuka, dengan cara mulut kambing disumbat dengan kayusecara melintang dan usahakan kambing tetap berdiri. Dengan cara ini semua timbunan gas dalam perut akan keluar.
  • Bagian anus kambing ditusuk dengan tangkai daun papaya yang ujungnya sudah diolesi minyak goreng agar tidak melukai dinding anus. Setelah itu kedua sisi perut kambing dijepit sehingga gas akan keluar melalui tangkai daun papaya.

4. Kudis/Kurap (Scabies)

Kudis atau kurap disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabei, Psoroptes communis var.ovis dan Chorioptes ovis. Tungau ini mudah menular ke ternak lain.
Tanda klinis :
  • Kulit tampak bercak-bercak merah yang membentuk bisul sehingga mengalami kekakuan, penebalan dan bersisik.
  • Ternak menggosok-gosokkan bulunya ke dinding kandang karena gatal, bulu rontok.
  • Ternak kurus, nafsu makan berkurang, kekurangan darah dan produksi susu menurun.
  • Pencegahan :
  • Sanitasi kandang dan penyemprotan pada kandang yang tercemar atau pernah terdapat ternak kudisan.
  • Ternak sakit dipisahkan dari yang sehat dan hindari kontak langsung dengan ternak sehat.
Pengobatan :
  • Ternak terlebih dahulu dimandikan dengan disikat dan dengan sabun antiseptik/deterjen.
  • Oli bekas 1 liter, minyak goreng 1/3 gelas, minyak tanah 1/3 gelas, garam, kapur barus, kapur ajaib, bawang merah 5 , siung, bawang putih 5 siung, belerang 1 ons. Semua bahan dihaluskan dan dicampur menjadi satu sampau rata, dioleskan setiap 3 hari sekali sengan menggunakan sabut kelapa sampai keropeng mengelupas.
  • Permukaan kulit yang sakit digosogkan campuran serbuk belerang, kunyit dan minyak kelapa yang dipanaskan setiap 2 hari sekali.
  • Kulit yang sakit diolesi dengan oli bekas secara teratur seminggu sekali. Pengobatan dengan oli bekas dari kendaraan yang sidah menempuh jarak 1.000 km paling efektif karena pertumbuhan bulu dan perbaikan kulit sangat baik dibandingkan dengan menggunakan belerang.
  • Lengkuas, daun ketepeng kerbau dan garam dapur dihaluskan dan dioleskan pada bagian kulit yang terserang kudis.

5. Mata Belekan (Pink eye)
Kambing yang terserang belekan aktivitasnya akan terganggu ini disebabkan oleh trauma akibat tertusuk ujung rambut, debu dan duri. Walaupun demikian penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, Chlamidia dan Ricketsia.

Tanda klinis :
  •  Mata mengeluarkan air, tertutup dan§ berkedip-kedip.
  •  Mata membengkak, merah, kemudian keruh dan timbul borok pada selaput bening hinga mengalami kebutaan.
Pencegahan :
  •  Kebersihan kandang§ dijaga/sanitasi, pisahkan ternak yang sakit.
  •  Pakan dipotong pendek agar§ tidak melukai mata.
  •  Memandikan§ kambing 1 bulan 2 kali pada waktu cuaca cerah.
Pengobatan :
  • Mata ternak dicuci dengan air hangat.
  • Bahan; air teh basi 1 gelas, daun sirih 10 lembar dihaluskan, garam 1 sendok makan. Bahan dicampur menjadi satu, semprotkan pada mata setiap pagi. Pengobatan ini dilakukan setiap hari hingga sembuh.

6. Mencret (Diare)
Mencret terjadi karena adanya gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri, makanan rusak, serta lingkungan atau udara dingin.

Tanda Klinis :
  • Feses atau kotoran§ kambing berwarna hijau muda, hijau mengkilap, hijau kekuningan, hijau kemerahan atau hijau kehitaman.
  • Ternak tampak lesu, lemah dan pucat.
Pencegahan :
  •  Hindari hijauan§ kacang-kacangan atau daun muda secara berlebihan.
  • Jaga sanitasi kandang.
Pengobatan jamu :
  • Ternak lebih banyak diberi hijauan daun jambu biji, daun bambu muda dan daun buni.
  • Daun jambu biji 5 lembar, garam dapur 2 sendok makan, air kelapa 1 gelas. Bahan dicampur menjadi satu, berikan 1/3 gelas selama 3 hari berturut-turut.
Artikel Terkait  :
    7. Keracunan
    Tanda-tanda keracunan ialah mulut berbusa, kejang, kebiruan pada selaput lendir dan terkadang mati mendadak. Ternak jangan diberi hijauan beracun seperti, daun singkong dan daun dadap serep.

    Pengobatan :
    • Minyak kelapa 1 gelas, air kelapa muda 1 gelas, garam 3 sendok makan, asam jawa secukupnya. Campur semua bahan sampai rata berikan pada ternak sebanyak 1/2 gelas. Berikan 3x dalam sehari.
    • Bila ternak keracunan insektisida, kambing diberi air minum santan kelapa hangat 1 gelas.

    8. Kaki Pincang
    Biasanya kambing pincang karena terperosok/terjepit lantai kandang. Kambing yang pincang dapat diobati dengan ramuan daun sereh. Seikat daun sereh ditumbuk sampai lembut, lalu dibalutkan pada kaki. Agar tidak lepas ramuan ini diikat dengan perban atau potongan kain. Pembalutan ini di ganti setiap 3 hari sekali sampai sembuh.

    9. Cacingan
    Cacing yang banyak menimbulkan kerugian pada kambing adalah cacing Haemonchus contortusi. Cacing ini hidup sebagai parasit di pencernaan kambing menghisap sari makanan, cairan tubuh dan darah, serta mengeluarkan racun yang mengakibatkan kambing menjadi lemah dan lesu.

    Tanda klinis :
    •  Kambing terlihat kurus, lemah, pucat,§ bulu berdiri dan kusam.
    •  Kambing§ diare, nafsu makan berkurang, perut membesar dan produksi susu menurun.
    Pengobatan jamu :
    • Bahan; buah pinang tua sebanyak 2 buah, gula jawa 2 sendok makan, daun tembakau 5 lembar, serbuk getah papaya muda 1 sendok makan.
    • Haluskan semua bahan dan dicampur menjadi satu sampai rata. Berikan pada ternak bebesar ibu jari tangan. Betikan dengan jadwal hari ke-1, hari ke-5, dan hari ke-10.

    10. Meningkatkan libido pejantan
    Agar dapat mengawini betina sebagai pemacek, pejantan membutuhkan perawatan intensif. Selain diberi cukup pakan, juga perlu diberi obat penyehat tubuh dan penambah gairah kejantanan.
    Beberapa ramuan berikut dapat dipilih;
    • Madu ¼ gelas dicampur dengan kuning telur itik 1 butir. Berikan jamu ini dengan cara diminumkan.
    • Lada 100 gr disangrai sampai kering, lalu ditumbuk hingga menjadi bubuk halus. Bubuk lada ini dicampur kencur parut 0,5 kg, kuning telur 5 butir dan madu 1 sendok makan hingga terbentuk adonan kental. Adonan dibentuk butiran sebesar ibu jari dan dijemur samapi kering. Sebanyak dua butir diberikan sehari sebelum digunakan sebagai pejantan dan sesaat setelah digunakan.

    11. Keropeng di mulut (Orf)
    Keropeng dimulut sangat menular ke ternak lain bahkan dapat menulari manusia (bersifat zoonosis). Orf disebabkan oleh virus Parapoxvirus.
    • Bahan; kapur sirih, biji pinang, dan kunyit dengan perbandingan 2 : 2 : 1.
    • Pembuatan; semua bahan dicuci besihkan dan dihaluskan sampai berentuk pasta.
    • Pengobatan; pasta yang sudah jadi dapat diberikan dengan dioleskan tampa harus mengelupas keropeng.

    12. Kutu
    Kutu hidup dan bertelur di kulit ternak. Kutu ini menghisap darah sehingga mengakibatkan gatal, lemah, kekurangan darah, dan ternak mudah terserang penyakit lain terutama scabies.

    Beberapa ramuan berikut dapat dipilih untuk menghilangkan kutu;
    • Daun mimba 5 lembar, daun tembakau 5 lembar, dan biji sirsak 10 butir ditumbuk halus, lalu dicampur air 20 liter. Ramuan ini disaring dan airnya digunakan untuk membilas kambing yang sudah dimandikan atau di semprotkan ke seluruh badan ternak.
    • Buah pinang yang muda sampai hijau sebanyak 20 biji di haluskan dan dicampur dengan kapur semut (kapur ajaip). Ramuan ini di campur dengan air 5 liter dan di balurkan ke seluruh tubuh ternak.

    13. Meningkatkan produksi susu
    Beberapa ramuan berikut dapat dipilih untuk meningkatkan produksi susu;
    • Daun katu 3 genggam halus, daun pepaya muda 3 genggam halus, ½ kg jahe, ¼ kg asam, 3 butir telur, garam 1 sendok makan. Jahe diambil sarinya, asam diambil sarinya, dicampur dengan garam,telur, daun katu dan pepaya. Berikan setiap hari sebanyak ¼ gelas dengan dicekokkan, selama produksi susu menurun.
    • Daun papaya muda dan daun katu direbus selama 15 menit dan diberi garam dapur secukupnya. Ramuan ini diberikan sebagai pakan 3 hari sekali dari mulai 1 bulan sebelum kelahiran sampai 2 bulan kelahiran.

    14. Korengan/belatungan (Myasis)
    Korengan/belatungan pertama biasanya disebabkan oleh luka karena kandang yang tidak nyaman dan juga pada ternak betina setelah melahirkan karena sisa darah yang tidak dibersihan atau pada anak baru lahir karena tidak diberi antiseptik/anti lalat di bagian pusar.

    Beberapa ramuan berikut dapat dipilih;
    • Luka/koreng dibersihan dengan air, kemudian di beri dengan tembakau yang sudah dibasahi dan ditutup dengan perban dan diganti setiap hari sampai belatung keluar.
    • Luka yang sudah belatungan disiram dengan minyak kayu putih kemudian di sumbat dengan tembakau yang sudah dibasahi dan dibalut dengan perban.
    Selamat mecoba, semoga bermanfaat.  Salam Tani

    Jumat, 04 Agustus 2017

    10 Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Tanaman

    10 Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Tanaman

    Wlaupun hama penyerang tanaman perlu ditanggulangi, namun mulai sekarang juga perlu diperhatikan dampak bagi ekosistemnya, untuk itu bahan-bahan alami sangat dianjurkan didalam memberatas hama tanaman. Sebenarnya banyak sekali bahan-bahan alami yang bisa dibuat ramuan pengendali hama ini di sekitar kita, cuma terkadang para pelaku pertanian belum mengetahuinya.

    Na, berikut ini Ceritatani akan berbagi 10 ramuan alami untuk mengendalikan hama tanaman. Kesepuluh ramuan berikut ini, bahan-bahannya bis ada dapatkan dengan mudah dan murah, silahkan dibaca dengan seksama, apabila memang bermanfaat silahkan untuk dibagikan pada teman-teman Anda yang membutuhkan.

    Bahan-bahan-ramuan-alami

    10 Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Tanaman

    1. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Secara umum

    Bahan  :
    • 8 kg Daun Mimba
    • 6 kg Serai
    • 6 kg Lengkuas
    • 20 gr Deterjen
    • 20 lt Air
    Cara membuat :
    • Daun mimba, lengkuas dan serai ditumbuk/dihaluskan.
    • Seluruh bahan diaduk merata dalam 20 lt air dan tambahkan deterjen 20 gr, kemudian direndam sehari (24 jam).
    • Larutan disaring dan diencerkan dengan 60 lt air.
    Aplikasi Pemakaian :  Semprotkan pada tanaman yang akan dilindungi.

    2. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Wereng Coklat

    Bahan  :
    • 1 Genggam Daun Sirsak.
    • 1 Genggam Rimpang Jerangau.
    • 20 Siung Bawang Putih.
    • 20 gr Deterjen.
    • 20 lt Air.
    Cara membuat  :
    • Daun sirsak,, rimpang jerangau dan bawang putih ditumbuk/dihaluskan.
    • Seluruh bahan dicampur deterjen, kemudian direndan selama 2 hari (48 Jam).
    • Larutan disaring dan setiap 1 liter larutan diencerkan dengan 10-15 liter air.
    Aplikasi Penggunaan  :  Semprotkan pada tanaman bawah yang terserang hama wereng coklat.

    3. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Trips Pada Cabai

    Bahan  :
    • 50-100 Lembar
    • 5 lt Air.
    • 15 gr Deterjen.
    Cara Membuat  :
    • Daun sirsak ditumbuk/dihaluskan.
    • Tambahkan 5 liter air dan diendapkan semalam.
    • Larutan disaring dan di incerkan dengan 10-15 liter air.
    Aplikasi pemakaian  :  Semprotkan pada seluruh bagian tanaman, khususnya yang terserang hama trips.

    4. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Belalang dan Ulat

    Bahan  :
    • 50 lembar daun sirsak.
    • 1 genggam daun tembakau.
    • 20 lt Air.
    • 20 gr Deterjen.
    Cara Membuat  :
    • Daun sirsak dan daun tembakau ditumbuk/dihaluskan.
    • Tambahkan 20 liter air dan endapkan selama 2 hari 2 malam.
    • Larutan disaring dan diencerkan dengan 50-60 liter air.
    Aplikasi Pemakaian  :  Semprotkan pada seluruh bagian tanaman.

    5. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Wereng Coklat, Pengerek Batang dan Nematoda

    Bahan  :
    • 50 gr Biji Mimba.
    • 1 lt air.
    • 10 cc A*k**ol 90%
    Cara membuat  :
    • Daun mimba ditumbuk sampai halus dan diaduk dengan 10 cc A*k**l.
    • Encerkan dengan 1 liter air.
    • Endapkan selama semalam, kemudian larutan disaring.
    Aplikasi Pemakaian  : Semprotkan pada tanaman yang terserang atau langsung pada hama.

    6. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama-Hama Pada Tanaman Bawang Merah

    Ramuan 1

    Bahan :
    • 1 kg Daun mimba.
    • 2 buah Umbi gadung racun.
    • 20 lt Air.
    • 1 sendok deterjen.
    Cara membuat  :
    • Daun mimba dan umbi gadung ditumbuk sampai halus.
    • Tambahkan 20 liter air dengan deterjen.
    • Endapkan selama satu malam, kemudian larutan disaring.
    Aplikasi pemakaian  :  Semprotkan pada seluruh bagian tanaman.

    Ramuan 2

    Bahan  :
    • 200 kg Limbah daun tembakau.
    Cara membuat  : 
    • Limbah daun tembakau dihaluskan.
    Aplikasi Pemakaian  : Tumbukan daun tembakau tersebut ditaburkan bersama dengan pemupukan sebanyak 8 karung (200 kg) per hektar.

    7. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Kubis, Hama Ulat Daun Ungu dan Hama Ulat Kipat Pada Jambu Mete

    Bahan  :
    • 25 gr Serbuk daun piretrum.
    • 10 lt Air.
    • 10 gr Deterjen.
    Cara membuat  : 
    • Daun piretrum dihaluskan sampai menjadi serbuk
    • Tambahkan 10 liter air dan 10 gram deterjen kemudian diaduk sampai certampur.
    • Endapkan selama satu malam, kemudian saring larutan ramuan.
    Aplikasi pemakaian  :  Semprotkan pada seluruh bagian tanaman sepagi mungkin atau pada sore hari.

    8. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Gudang

    Bahan  :
    • Bunga piretrum atau abu sekam atau abu serai.
    • Daun mimba.
    Cara membuat  : 
    • Bunga piretrum dan daun mimba ditumbuh sampai halus..
    • Untuk penyemprotan, gunkan 2,5-5 tepung bung piretrum dan 5-10 gram daun mimba dalam 1 liter air yang diendapkan semalam kemudian disaring.
    Aplikasi pemakaian  : Tepung yang sudah jadi sebanyak 1 gram dicampur dengan 1 kg benih. Ramuan ini akan melindunggi dari serangan hama gudang selama 6 bulan.

    9. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Lalat Buah

    Bahan  :
    • 10 gr Daun melaleuca (Pandan wangi).
    • 100 cc Air.
    • 0,1 gr Deterjen.
    Cara Membuat  :
    • Daun pandan wangi ditumbuk sampai halus kemudian campurkan deterjen dan air.
    • Larutan diaduk dan diendapkan semalam, kemudian disaring.
    Aplikasi Pemakaian  : Larutan disaring sebanyak 60 cc kemudian masukkan kedalam perangkap yang dibuat dari botol air mineral. Gantungkan perangkap pada pohon.

    10. Ramuan Untuk Mengendalikan Hama Moluska

    Bahan  :
    • 5-10 gr Akar tuba.
    • 10-20 gr Daun sembung.
    • 1 lt air.
    • 1 gr Deterjen.
    Cara Membuat  :
    • Akar tuba dan daun sembung dihaluskan.
    • Kemudian campurkan bersama 1 liter air dan deterjen, aduk sampai rata.
    • Endapkan ramuan selama semalam kemudian disaring.
     Aplikasi Pemakaian  : Semprotkan atau siramkan pada lahan / sawah yang terserang keong mas.

    Bahan-bahan untuk membuat 10 Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Tanaman diatas sangat mudah untuk didapatkan. Mengguranggi penggunaan obat kimia dalam penanggulangan hama tanaman perlu dilakukan agar lingkungan selalu terjaka kelestarian dan ekosistemnya. Selamat mencoba. Salam Tani.

    Rabu, 19 Juli 2017

    Cara Pengendalian Hama Tikus Dengan Rodentisida

    Cara Pengendalian Hama Tikus Dengan Rodentisida

    Cara Pengendalian Hama Tikus Dengan Rodentisida - Tikus merupakan hama tanaman yang sering menggangu tanaman padi dan juga ketela. Banyaknya tikus yang ada, jika tidak dikendalikan tentu akan merusak tanaman yang membuat petani jadi gagal panen. Salah satu cara untuk mengendalikan hama tikus adalah dengan menggunakan racun Rodentisida.

    Rodentisida merupakan racun yang memang khusus untuk membasmi hama tikus, baik itu tikus yang ada di lahan pertanian maupun tikus yang ada di pekarangan rumah maupun didalam rumah. Penggunaan rodentisida ini juga aman karena tikus tidak akan mati ditempat, hal ini tentu tidak akan membuat tikus yang lain menjadi jera ketika melihat umpan yang ada.

    Cara-Pengendalian-Hama-Tikus-Dengan-Rodentisida

    Cara pengendalian hama tikus dengan rodentisida ini sangatlah mudah, karena racun rodentisida dapat dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang ada di sekitar kita, adapun ketika bahan harus dibeli harganya pun sangat murah dan masih terjangkau. Nah.. berikut ini Ceritatani akan bagikan bahan-bahan dan cara membuat racun rodentisida :

    Ramuan Alami Untuk Membuat Rodentisida

    Bahan-bahan :
    • 1 kg umbi gadung racun / Gadung KB
    • 10 kg Dedak (Katul)
    • 100 gram Tepung ikan
    • Kemiri, secukupnya
    • Air, secukupnya.
    Cara Membuat  :
    • Kupas umbi gadung, kemudian haluskan. Setelah umbi gadung halus lalu campurkan semua bahan menjadi satu kemudian diaduk sampai rata.
    • Buat adonan bahan menjadi bentuk pelet kering.
    • Perbandingan umbi dan bahan lain adalah 1 : 10
    Aplikasi pemakaian :
    • Tebarkan pelet di dekat sarang tikus atau di pematang sawah yang di serang hama tikus.
    Penggunaan bahan alami saat ini sangat dianjurkan, oleh sebab itu ramuan rodentisida alami dengan memanfaatkan bahan-bahan yang telah disebutkan diatas merupakan cara yang bisa digunakan agar lingkungan juga tetap aman dari penggunaan bahan-bahan kimia.
      Demikian Cara Pengendalian Hama Tikus Dengan Rodentisida Alami yang bisa Ceritatani sampaikan pada kesempatan ini, semoga bermanfaat. Salam Tani.

      Selasa, 18 Juli 2017

      Jenis Jenis Pestisida Nabati Dan Cara Membuatnya

      Jenis Jenis Pestisida Nabati Dan Cara Membuatnya - Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk membasi hama, terutama hama tanaman penggangu yang ada di sekitar kita. Hama tersebut bisa berupa Tumbuhan penggangu, Serangga maupun hewan lain terutama yang sering menggangu pertanian. Penggunaan pestisida dapat dilakukan berdasarkan dengan jenis hama yang akan diberantas.

      Jenis pestisida digolongkan menjadi, Insektisida, Herbisida, Nematisida, Fungisida dan Rodentisida. Meskipun pestisida sangat dibutuhkan untuk memberantas hama tanaman pertanian, namun pengguaan pestisida kimia dengan kadar yang tinggi dan berkelanjutan juga akan kurang baik bagi lingkungan sekitar dan kehidupan.

      Sebenarnya banyak bahan alami yang ada di sekitar kita yang dapat digunakan untuk membasi hama penyakit, bahan-bahan alami tersebut dapat dibuat menjadi pestisida nabati yang ramah lingkungan dan tidak membahayakan bagi kehidupan. Berikut ini Ceritatani rekomendasikan macam-macam pestisida nabati dan cara membuatnya, untuk mengurangi pemakaian pestisida kimia.

      9 Macam Pestisida Nabati Dan Cara Pembuatannya

      Alam sekitar kita, sebenarnya telah menyediakan bahan yang bisa digunakan untuk membuat pestisida nabati. Setiap bahan memiliki kandungan senyawa sendiri-sendiri serta dapat digunakan untuk mengendalikan hama atau penyakit Tanaman. Bahan-bahan yang ada dan kadang kita kosumsi ternyata juga bisa digunakan sebagai bahan pestisida nabati. Untuk itu, mulai sekarang kita coba gunakan pestisida nabati untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia. Pemakaian pestisida nabati ini bisa menjadi solusi efesien bagi biaya budidaya pertanian serta kelestarian lingkungan.

      1. Pestisida Nabati Dari Umbi Gadung

      Umbi gadung mempunyai kandungan senyawa kimia diosgenin, steroid, saponin, alkaloid dan fenol.  Kandungan senyawa dalam umbi gadung ini mampu mengendalikan ulat dan hama jenis penghisap (Hemiptera) contoh: kepik, walang sangit, dan wereng.

      Cara membuat pestisida umbi gadung sangat mudah dan murah bisa anda buat dengan peralatan dapur di rumah anda, proses yaitu:

      Cara Pembuatan Pestisida Nabati Dari Gadung

      Ekstrak umbi

      Bahan dan Alat :

      • ½ kg umbi gadung
      • 10 liter air
      • Alat penumbuk/ Blender
      • Saringan
      • Cara Pembuatan :
      • Bahan ditumbuk halus peras dengan kain halus. Tambahkan 10 liter air. Aduk hingga merata.
      • Cara Penggunaan :
      • Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari
      • OPT Sasaran :
      • Berbagai macam ulat dan hama pengisap

      Ekstrak umbi Gadung + Mimba

      Bahan dan Alat :

      • 2 buah umbi gadung
      • 1 kg mimba
      • 20 liter air1
      • 10 gr deterjen
      • Alat penumbuk/Blender
      • Saringan
      • Cara Pembuatan :
      • Bahan ditumbuk halus Tambahkan 20 liter air dan 10 g deterjen. Aduk hingga rata.
      • Diamkan selama 24 jam. Saring dengan kain halus
      • Cara Penggunaan :
      • Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari
      • OPT Sasaran :
      • Berbagai macam ulat dan hama pengisap

      Pelet Umbi gadung Racun + Umbi gadung

      Bahan dan Alat :
      • 1 kg umbi gadung
      • 10 kg dedak padi/jagung
      • 1 ons tepung ikan
      • 1 buah kemiri
      • Air
      • Cara Pembuatan :
      • Haluskan umbi gadung. Tambahkan dengan 10 kg dedak/jagung, tepung ikan dan kemiri beri sedikit air. Aduk adonan hingga rata. Buat menjadi pelet.
      • Cara Penggunaan :
      • Tempatkan di tempat yang sering dikunjungi tikus
      • OPT Sasaran :
      • Tikus

      Ekstrak Gadung dan Tembakau

      Bahan dan Alat :
      • 1 kg gadung
      • 1 ons tembakau
      • Air secukupnya
      • Cara Pembuatan :
      • Gadung dikupas, dicuci dan diparut tambah dengan 3 gelas air biarkan selama 12 – 24 jam. Tembakau direndam dalam 2 gelas air dan dibiarkan selama 12 sampai 24 jam . satukan bahan tadi, aduk hingga merata. Saring
      • Cara Penggunaan :
      • Ambil larutan dengan dosis 2 – 2.5 gelas untuk 1 tangki sprayer. Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang. Pada pagi atau sore hari
      • OPT Sasaran :
      • Hama – hama padi

      Ekstrak gadung

      Bahan dan Alat :
      • 1 kg gadung
      • Air secukupnya
      • Kain saring
      • Cara Pembuatan :
      • Gadung dikupas, dicuci, dan diparut lalu diperas dengan kain bersih
      • Cara Penggunaan :
      • Ambil larutan dengan dosis 5 – 10 ml/liter air. Semprotkan ke seluruh tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari
      • OPT Sasaran :
      • Walang sangit dan OPT padi

      2. Pestisida Nabati Dari Biji Mimba

      Mimba merupakan tanaman yang tumbuh dipinggir jalan atau dipematang sawah. Tumbuhan ini kadang tidak sengaja ditanam. Daunnya dijadikan makanan ternak kambing dan domba. Mimba mempunyai kandungan senyawa kimia: azadirachtin Salanin, nimbenin, meliantriol. Bagian mimba yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati adalah biji dan daun.

      Kandungan senyawa inilah yang memungkinkan mimba dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat, hama pengisap, jamur dan bakteri. Hama pengisap ini bisa dari beberapa jenis diantaranya dari jenis hemiptera seperti : kepik, walang sangit dan wereng, jenis Lepidoptera yaitu kupu –kupu dengan tipe penghisap berupa belalai, yaitu: penggerek  batang, penggerek buah, ulat, dll atau dari jenis Tisanoptera yaitu sebangsa kutu dengan tipe penghisap berujung tajam.

      Cara pembuatan pestisida nabati dari biji mimba:

      • 200-300 gram biji mimba sebanyak 200 – 300 gr ditumbuk halus atau
      • hasil tumbukan biji mimba di direndam dalam 10 liter air dan didiamkan cukup 1 malam.
      • Larutan diaduk sampai sudah campur semua lalu saring dengan kain halus.
      • Larutan kemudian disemprotkan ke tanaman yang terserang hama dan penyakit.
      • Cara pembuatan pestisida nabati dari daun mimba:
      • 1 kilogram daun mimba kering ditumbuk sampai halus
      • Kemudian direndam selama semalam dalam 10 liter air
      • Larutan diaduk pelan-pelan sampai rata lalu di saring dengan kain halus.
      • kemudian disemprotkan ke tanaman yang terserang hama dan penyakit tanaman.


      3. Pestisida Nabati Srikaya dan Nona Seberang

      Tanaman srikaya yang manis rasanya tersebut bisa digunakan sebagai pestisida nabati loh. Yang dimanfaatkan dari srikaya adalah bijinya. Biji srikaya mempunyai kandungan senyawa kimia annonain dan resin. Pestisida nabati srikaya ini dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan hama jenis pengisap dan ulat.

      Untuk membuat pestisida nabati dari srikaya dapat dilakukan beberapa tahapan sebagai berikut:

      • 15-25 gram biji srikaya ditumbuk sampai halus, dapat juga diblender dengan blender tepung.
      • Tepung atau serbuk biji srikaya direndam dengan 1 liter air dan 1 gram detergen
      • Aduk semua campuran sampai homogen
      • Larutan kemudian disaring dengan menggunakan kain halus
      • Hasilnya disemprotkan pada tanaman


      4. Pestisida Nabati Daun Pepaya

      Kandungan : Papain
      Kegunaan : mengendalikan ulat dan hama pengisap.

      Cara pembuatan :

      • Rajang kira-kira 1 kg daun pepaya yang  segar.
      • Daun pepaya yang telah dirajang kemudian direndam    dalam 10 liter air dan 2 sdm minyak tanah dan 50 gram detergen/ sabun colek selama semalam.
      • Saring larutan hasil perendaman dengan kain halus.
      • Larutan yang telah di saring kemudian disemprotkan ke pertanaman.


      5. Pestisida Nabati Biji Jarak

      Biji jarak yang biasanya diolah menjadi minyak jarak ini dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Dalam bentuk larutan dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat dan hama pengisap. Dalam bentuk serbuk atau tepung pestisida biji jarak dapat digunakan untuk mengendalikan nematode.

      Untuk membuat pestisida biji jarak dapat dilakukan cara berikut ini:

      • 0,75 gram biji jarak ditumbuk sampai halus
      • Dimasukkan dalam 2 liter air kemudian dipanaskan selama 10 menit
      • Larutan disaring dengan kain halus, bisa menggunakan kain sifon.
      • Ditambah dengan 10 liter air , kemudian diaduk
      • Larutan disemprotkan ke tanaman.

      6. Pestisida Nabati Daun Sirsak

      Tanaman sirsak ini juga merupakan tanaman buah yang sangat digemari. Buahnya terasa manis dan masam. Buah sirsak ini paling nikmat bila dibuat jus sirsak. Tetapi dalam hal ini daun sirsak dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Daun sirsak mengandung senyawa kimia golongan annanoin dan resin. Senyawa kimia ini dapat mengendalikan hama trips. Cara pembuatannya bagaimana ya ? begini caranya :

      • 50-100 lembar daun sirsak ditumbuk sampai halus.
      • Hasil tumbukan daun direndam dalam 5 liter air dan 15 gr detergen (sabun colek atau lainnya).
      • Diamkan rendaman selama 12 jam (semalam)
      • Saring dengan kain halus
      • Tiap 1 liter larutan diencerkan dengan 10-15 liter air atau 1 tangki sprayer diberi 1 liter larutan.
      • Disemprotkan pada tanaman


      7. Pestisida Nabati Daun Sirsak dan Jeringau

      Pestisida kali ini merupakan kombinasi antara daun sirsak dan jeringau (deringu). Keduanya apabila digabungkan memiliki kandungan senyawa kimia yang banyak, diantaranya : arosone, kalomenol, kolomen, kalameone, metil eugenol, eugenol. Kombinasi 2 jenis pestisida nabati ini dapat digunakan untuk mengendalikan hama wereng coklat pada padi.

      Berikut ini cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak dan jeringau:

      • 1 genggam daun sirsak dan 1m genggam rimpang jeringau dan 20 siung bawang putih ditumbuk halus.
      • Hasil tumbukan bahan tersebut direndam dengan 20 liter air dan 20 gram detergen.
      • Semua larutan direndam selama 2 hari
      • Saring semuanya dengan kain halus
      • Untuk aplikasi penyemprotan 1 tangki sprayer diberi 1 liter larutan
      • Semprotkan ke tanaman yang diserang hama wereng.


      8. Pestisida Nabati Daun Sirsak dan Tembakau

      Pestisida nabati berikut ini juga kombinasi antara 2 bahan yaitu daun sirsak dan tembakau. Ya tembakau yang biasa di buat untuk rokok ini juga bisa digunakan untuk mengendalikan hama loh. Hama yang dapat dikendalikan dengan pestisida ini adalah belalang dan ulat.

      Cara pengendaliannya dapat dilaksanakan cara berikut ini:

      • 50 lembar daun sirsak dan segenggam daun tembakau ditumbuk sampai halus.
      • Bahan dimasukkan dalam 20 liter air dan 20 gr detergent (bisa sabun colek).
      • Aduk rata dan diamkan selama semalam
      • Saring dengan kain halus.
      • larutan pekat ini dapat digunakan 4 kali penyemprotan (4 kali knapsack sprayer).
      • Larutan disemprotkan ke tanaman.

      9. Pestisida Nabati Mindi

      Ternyata daun mindi juga dapat digunakan sebagai pertisida nabati. Pestisida daun mindi ini dapat digunakan untuk mengendalikan hama pada tanaman. Dalam bentuk rendaman daun mindi dapat digunakan untuk mengusir belalang, sedangkan biji mindi segar dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat plutella xylostella

      Cara membuat pestisida nabati mindi sama seperti cara pembuatan pestisida yang lain. Caranya yaitu:

      • 150 gram daun mindi pucuk segar direndam dalam 1 liter air selama 24 jam.
      • Hasil rendaman disaring dengan kain halus
      • 1 liter larutan diencerkan menjadi 20 liter.
      • Kemudian disemprotkan ke tanaman
      Penggunaan pestisida memang diperlukan untuk pengendalian hama tanaman penggangu, namun akan lebih bijak bila penggunaan pestisida yang menggandug kimia untuk dikurangi agar lingkungan tetap terjaga kelestariannya dan salah satu caranya adalah dengan menggunakan pestisida alami.

      Itulah Jenis Jenis Pestisida Nabati Dan Cara Membuatnya yang bisa Ceritatani sampaikan semoga ada manfaatnya untuk pertanian.

      Minggu, 25 Juni 2017

      Cara Menyimpan Vanili Kering Agar Tetap Bagus Dan Tahan Lama

      Cara Menyimpan Vanili Kering Agar Tetap Bagus Dan Tahan Lama

      Harga vainili kering pada tahun 2017 ini benar-benar sangat mencengangkan. Bagi pemilik vanili kering yang telah lama disimpan tentu akan menua keuntungan yang berlipat ganda. Cara menyimpan vanili kering agar tetap awet dan tahan lama, tentu dipengaruhi oleh banyak faktor, faktor utama tentu dari cara penyimpanannya dan juga dari kualitas vanili yang dipetik.

      Cara-Menyimpan-Vanili-Kering

      Bagi Anda yang kebetulan berbisnis vanili, kualitas tentu menjadi faktor penentu dimana hasil penjualan bisa berlipat ganda. Nah... berikut ini Ceritatani akan berbagi tips dan cara, bagaimana agar vanili kering tetap memiliki kualitas bagus walaupun disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama.

      Artikel Terkait :

      4 Tips Menyimpan Vanili Kering

      1. Pastikan Vanili Yang Dikeringkan Benar-Benar Tua.

      Jenis vanili yang benar-benar sudah tua saat dipetik akan mempengaruhi kualitas hasil keringnya. Vanili yang sudah tua memiliki ciri-ciri warna hijau mengkilat. Vanili yang sudah tua, ketika dikeringkan akan memiliki bobot yang bagus dan nilai susutnyapun sangat sedikit.

      2. Jemur Sampai Benar-Benar Kering.

      Tingkat penjemuran juga sangat mempengaruhi vanili kering agar tetap bagus dan tahan lama. Pastikan pada saat penjemuran, vanili benar-benar terkena terik matahari secara sempurna, untuk itu biarkan vanili benar-benar kering betul sebelum disimpan dalam karung maupun plastik dan wadah lainnya.

      3. Masukkan Vanili Kering Pada Kantong Plastik.

      Setelah proses penjemuran vanili selesai dan vanili sudah dipastikan benar-benar kering, kemudian masukkan vanili kering pada kantong plastik. Pastikan kantong plastik benar-benar tidak ada agar udara tidak bisa masuk. Jika terjadi ada lubang pada kantong plastik, udara yang masuk bisa menyebabkan vanili dalam kantong menjadi lembab dan lama-kelamaan akan berair, dan itu yang bisa membuat vanili kering mejadi busuk dan tidak bisa tahan lama.

      4. Simpan Vanili Dalam Tempat Yang Tidak Lembab.

      Setelah vanili dimasukkan dalam kantong plastik, kemudian masukkan kedalam karung, fungsi nya adalah untuk menjaga agar kantong plastik tidak mudak berlubang ketika terkena kontak dengan benda lain. Langkah selanjutnya adalah simpan vanili kering yang telah berada didalam kantong ke tempat yang aman dan juga terhindar dari kelembaban.

      Menyimpan vanili kering, banyak dilakukan oleh para pengepul maupun juga petani vanili, yang nantinya saat harga vanili mahal, barulah vanili kering akan dijual. Namun jika harga vanili seperti sekarang ini yang bisa mencapai 3 juta per 1 kg vanili kering, tentu tidak akan banyak orang yang menyimpan vanili kering, karena takut harga akan kembali murah.

      Itulah 4 Tips Cara Menyimpan Vanili Kering Agar tetap Awet Dan Tahan Lama yang bisa Ceritatani bagikan pada kesempatan ini, semoga apa yang disampaikan bisa bermanfaat, akhir kata selamat berburu emas hijau yang saat ini harganya selangit. Salam Tani.