Saturday, August 5, 2017

10 Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Tanaman

Wlaupun hama penyerang tanaman perlu ditanggulangi, namun mulai sekarang juga perlu diperhatikan dampak bagi ekosistemnya, untuk itu bahan-bahan alami sangat dianjurkan didalam memberatas hama tanaman. Sebenarnya banyak sekali bahan-bahan alami yang bisa dibuat ramuan pengendali hama ini di sekitar kita, cuma terkadang para pelaku pertanian belum mengetahuinya.

Na, berikut ini Ceritatani akan berbagi 10 ramuan alami untuk mengendalikan hama tanaman. Kesepuluh ramuan berikut ini, bahan-bahannya bis ada dapatkan dengan mudah dan murah, silahkan dibaca dengan seksama, apabila memang bermanfaat silahkan untuk dibagikan pada teman-teman Anda yang membutuhkan.

Bahan-bahan-ramuan-alami

10 Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Tanaman

1. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Secara umum

Bahan  :
  • 8 kg Daun Mimba
  • 6 kg Serai
  • 6 kg Lengkuas
  • 20 gr Deterjen
  • 20 lt Air
Cara membuat :
  • Daun mimba, lengkuas dan serai ditumbuk/dihaluskan.
  • Seluruh bahan diaduk merata dalam 20 lt air dan tambahkan deterjen 20 gr, kemudian direndam sehari (24 jam).
  • Larutan disaring dan diencerkan dengan 60 lt air.
Aplikasi Pemakaian :  Semprotkan pada tanaman yang akan dilindungi.

2. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Wereng Coklat

Bahan  :
  • 1 Genggam Daun Sirsak.
  • 1 Genggam Rimpang Jerangau.
  • 20 Siung Bawang Putih.
  • 20 gr Deterjen.
  • 20 lt Air.
Cara membuat  :
  • Daun sirsak,, rimpang jerangau dan bawang putih ditumbuk/dihaluskan.
  • Seluruh bahan dicampur deterjen, kemudian direndan selama 2 hari (48 Jam).
  • Larutan disaring dan setiap 1 liter larutan diencerkan dengan 10-15 liter air.
Aplikasi Penggunaan  :  Semprotkan pada tanaman bawah yang terserang hama wereng coklat.

3. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Trips Pada Cabai

Bahan  :
  • 50-100 Lembar
  • 5 lt Air.
  • 15 gr Deterjen.
Cara Membuat  :
  • Daun sirsak ditumbuk/dihaluskan.
  • Tambahkan 5 liter air dan diendapkan semalam.
  • Larutan disaring dan di incerkan dengan 10-15 liter air.
Aplikasi pemakaian  :  Semprotkan pada seluruh bagian tanaman, khususnya yang terserang hama trips.

4. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Belalang dan Ulat

Bahan  :
  • 50 lembar daun sirsak.
  • 1 genggam daun tembakau.
  • 20 lt Air.
  • 20 gr Deterjen.
Cara Membuat  :
  • Daun sirsak dan daun tembakau ditumbuk/dihaluskan.
  • Tambahkan 20 liter air dan endapkan selama 2 hari 2 malam.
  • Larutan disaring dan diencerkan dengan 50-60 liter air.
Aplikasi Pemakaian  :  Semprotkan pada seluruh bagian tanaman.

5. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Wereng Coklat, Pengerek Batang dan Nematoda

Bahan  :
  • 50 gr Biji Mimba.
  • 1 lt air.
  • 10 cc A*k**ol 90%
Cara membuat  :
  • Daun mimba ditumbuk sampai halus dan diaduk dengan 10 cc A*k**l.
  • Encerkan dengan 1 liter air.
  • Endapkan selama semalam, kemudian larutan disaring.
Aplikasi Pemakaian  : Semprotkan pada tanaman yang terserang atau langsung pada hama.

6. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama-Hama Pada Tanaman Bawang Merah

Ramuan 1

Bahan :
  • 1 kg Daun mimba.
  • 2 buah Umbi gadung racun.
  • 20 lt Air.
  • 1 sendok deterjen.
Cara membuat  :
  • Daun mimba dan umbi gadung ditumbuk sampai halus.
  • Tambahkan 20 liter air dengan deterjen.
  • Endapkan selama satu malam, kemudian larutan disaring.
Aplikasi pemakaian  :  Semprotkan pada seluruh bagian tanaman.

Ramuan 2

Bahan  :
  • 200 kg Limbah daun tembakau.
Cara membuat  : 
  • Limbah daun tembakau dihaluskan.
Aplikasi Pemakaian  : Tumbukan daun tembakau tersebut ditaburkan bersama dengan pemupukan sebanyak 8 karung (200 kg) per hektar.

7. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Kubis, Hama Ulat Daun Ungu dan Hama Ulat Kipat Pada Jambu Mete

Bahan  :
  • 25 gr Serbuk daun piretrum.
  • 10 lt Air.
  • 10 gr Deterjen.
Cara membuat  : 
  • Daun piretrum dihaluskan sampai menjadi serbuk
  • Tambahkan 10 liter air dan 10 gram deterjen kemudian diaduk sampai certampur.
  • Endapkan selama satu malam, kemudian saring larutan ramuan.
Aplikasi pemakaian  :  Semprotkan pada seluruh bagian tanaman sepagi mungkin atau pada sore hari.

8. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Gudang

Bahan  :
  • Bunga piretrum atau abu sekam atau abu serai.
  • Daun mimba.
Cara membuat  : 
  • Bunga piretrum dan daun mimba ditumbuh sampai halus..
  • Untuk penyemprotan, gunkan 2,5-5 tepung bung piretrum dan 5-10 gram daun mimba dalam 1 liter air yang diendapkan semalam kemudian disaring.
Aplikasi pemakaian  : Tepung yang sudah jadi sebanyak 1 gram dicampur dengan 1 kg benih. Ramuan ini akan melindunggi dari serangan hama gudang selama 6 bulan.

9. Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Lalat Buah

Bahan  :
  • 10 gr Daun melaleuca (Pandan wangi).
  • 100 cc Air.
  • 0,1 gr Deterjen.
Cara Membuat  :
  • Daun pandan wangi ditumbuk sampai halus kemudian campurkan deterjen dan air.
  • Larutan diaduk dan diendapkan semalam, kemudian disaring.
Aplikasi Pemakaian  : Larutan disaring sebanyak 60 cc kemudian masukkan kedalam perangkap yang dibuat dari botol air mineral. Gantungkan perangkap pada pohon.

10. Ramuan Untuk Mengendalikan Hama Moluska

Bahan  :
  • 5-10 gr Akar tuba.
  • 10-20 gr Daun sembung.
  • 1 lt air.
  • 1 gr Deterjen.
Cara Membuat  :
  • Akar tuba dan daun sembung dihaluskan.
  • Kemudian campurkan bersama 1 liter air dan deterjen, aduk sampai rata.
  • Endapkan ramuan selama semalam kemudian disaring.
 Aplikasi Pemakaian  : Semprotkan atau siramkan pada lahan / sawah yang terserang keong mas.

Bahan-bahan untuk membuat 10 Ramuan Alami Untuk Mengendalikan Hama Tanaman diatas sangat mudah untuk didapatkan. Mengguranggi penggunaan obat kimia dalam penanggulangan hama tanaman perlu dilakukan agar lingkungan selalu terjaka kelestarian dan ekosistemnya. Selamat mencoba. Salam Tani.

Wednesday, July 19, 2017

Cara Pengendalian Hama Tikus Dengan Rodentisida

Cara Pengendalian Hama Tikus Dengan Rodentisida - Tikus merupakan hama tanaman yang sering menggangu tanaman padi dan juga ketela. Banyaknya tikus yang ada, jika tidak dikendalikan tentu akan merusak tanaman yang membuat petani jadi gagal panen. Salah satu cara untuk mengendalikan hama tikus adalah dengan menggunakan racun Rodentisida.

Rodentisida merupakan racun yang memang khusus untuk membasmi hama tikus, baik itu tikus yang ada di lahan pertanian maupun tikus yang ada di pekarangan rumah maupun didalam rumah. Penggunaan rodentisida ini juga aman karena tikus tidak akan mati ditempat, hal ini tentu tidak akan membuat tikus yang lain menjadi jera ketika melihat umpan yang ada.

Cara-Pengendalian-Hama-Tikus-Dengan-Rodentisida

Cara pengendalian hama tikus dengan rodentisida ini sangatlah mudah, karena racun rodentisida dapat dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang ada di sekitar kita, adapun ketika bahan harus dibeli harganya pun sangat murah dan masih terjangkau. Nah.. berikut ini Ceritatani akan bagikan bahan-bahan dan cara membuat racun rodentisida :

Ramuan Alami Untuk Membuat Rodentisida

Bahan-bahan :
  • 1 kg umbi gadung racun / Gadung KB
  • 10 kg Dedak (Katul)
  • 100 gram Tepung ikan
  • Kemiri, secukupnya
  • Air, secukupnya.
Cara Membuat  :
  • Kupas umbi gadung, kemudian haluskan. Setelah umbi gadung halus lalu campurkan semua bahan menjadi satu kemudian diaduk sampai rata.
  • Buat adonan bahan menjadi bentuk pelet kering.
  • Perbandingan umbi dan bahan lain adalah 1 : 10
Aplikasi pemakaian :
  • Tebarkan pelet di dekat sarang tikus atau di pematang sawah yang di serang hama tikus.
Penggunaan bahan alami saat ini sangat dianjurkan, oleh sebab itu ramuan rodentisida alami dengan memanfaatkan bahan-bahan yang telah disebutkan diatas merupakan cara yang bisa digunakan agar lingkungan juga tetap aman dari penggunaan bahan-bahan kimia.
Demikian Cara Pengendalian Hama Tikus Dengan Rodentisida Alami yang bisa Ceritatani sampaikan pada kesempatan ini, semoga bermanfaat. Salam Tani.

Tuesday, July 18, 2017

Jenis Jenis Pestisida Nabati Dan Cara Membuatnya

Jenis Jenis Pestisida Nabati Dan Cara Membuatnya - Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk membasi hama, terutama hama tanaman penggangu yang ada di sekitar kita. Hama tersebut bisa berupa Tumbuhan penggangu, Serangga maupun hewan lain terutama yang sering menggangu pertanian. Penggunaan pestisida dapat dilakukan berdasarkan dengan jenis hama yang akan diberantas.

Jenis pestisida digolongkan menjadi, Insektisida, Herbisida, Nematisida, Fungisida dan Rodentisida. Meskipun pestisida sangat dibutuhkan untuk memberantas hama tanaman pertanian, namun pengguaan pestisida kimia dengan kadar yang tinggi dan berkelanjutan juga akan kurang baik bagi lingkungan sekitar dan kehidupan.

Sebenarnya banyak bahan alami yang ada di sekitar kita yang dapat digunakan untuk membasi hama penyakit, bahan-bahan alami tersebut dapat dibuat menjadi pestisida nabati yang ramah lingkungan dan tidak membahayakan bagi kehidupan. Berikut ini Ceritatani rekomendasikan macam-macam pestisida nabati dan cara membuatnya, untuk mengurangi pemakaian pestisida kimia.

9 Macam Pestisida Nabati Dan Cara Pembuatannya

Alam sekitar kita, sebenarnya telah menyediakan bahan yang bisa digunakan untuk membuat pestisida nabati. Setiap bahan memiliki kandungan senyawa sendiri-sendiri serta dapat digunakan untuk mengendalikan hama atau penyakit Tanaman. Bahan-bahan yang ada dan kadang kita kosumsi ternyata juga bisa digunakan sebagai bahan pestisida nabati. Untuk itu, mulai sekarang kita coba gunakan pestisida nabati untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia. Pemakaian pestisida nabati ini bisa menjadi solusi efesien bagi biaya budidaya pertanian serta kelestarian lingkungan.

1. Pestisida Nabati Dari Umbi Gadung

Umbi gadung mempunyai kandungan senyawa kimia diosgenin, steroid, saponin, alkaloid dan fenol.  Kandungan senyawa dalam umbi gadung ini mampu mengendalikan ulat dan hama jenis penghisap (Hemiptera) contoh: kepik, walang sangit, dan wereng.

Cara membuat pestisida umbi gadung sangat mudah dan murah bisa anda buat dengan peralatan dapur di rumah anda, proses yaitu:

Cara Pembuatan Pestisida Nabati Dari Gadung

Ekstrak umbi

Bahan dan Alat :

  • ½ kg umbi gadung
  • 10 liter air
  • Alat penumbuk/ Blender
  • Saringan
  • Cara Pembuatan :
  • Bahan ditumbuk halus peras dengan kain halus. Tambahkan 10 liter air. Aduk hingga merata.
  • Cara Penggunaan :
  • Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari
  • OPT Sasaran :
  • Berbagai macam ulat dan hama pengisap

Ekstrak umbi Gadung + Mimba

Bahan dan Alat :

  • 2 buah umbi gadung
  • 1 kg mimba
  • 20 liter air1
  • 10 gr deterjen
  • Alat penumbuk/Blender
  • Saringan
  • Cara Pembuatan :
  • Bahan ditumbuk halus Tambahkan 20 liter air dan 10 g deterjen. Aduk hingga rata.
  • Diamkan selama 24 jam. Saring dengan kain halus
  • Cara Penggunaan :
  • Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari
  • OPT Sasaran :
  • Berbagai macam ulat dan hama pengisap

Pelet Umbi gadung Racun + Umbi gadung

Bahan dan Alat :
  • 1 kg umbi gadung
  • 10 kg dedak padi/jagung
  • 1 ons tepung ikan
  • 1 buah kemiri
  • Air
  • Cara Pembuatan :
  • Haluskan umbi gadung. Tambahkan dengan 10 kg dedak/jagung, tepung ikan dan kemiri beri sedikit air. Aduk adonan hingga rata. Buat menjadi pelet.
  • Cara Penggunaan :
  • Tempatkan di tempat yang sering dikunjungi tikus
  • OPT Sasaran :
  • Tikus

Ekstrak Gadung dan Tembakau

Bahan dan Alat :
  • 1 kg gadung
  • 1 ons tembakau
  • Air secukupnya
  • Cara Pembuatan :
  • Gadung dikupas, dicuci dan diparut tambah dengan 3 gelas air biarkan selama 12 – 24 jam. Tembakau direndam dalam 2 gelas air dan dibiarkan selama 12 sampai 24 jam . satukan bahan tadi, aduk hingga merata. Saring
  • Cara Penggunaan :
  • Ambil larutan dengan dosis 2 – 2.5 gelas untuk 1 tangki sprayer. Semprot pada seluruh bagian tanaman yang terserang. Pada pagi atau sore hari
  • OPT Sasaran :
  • Hama – hama padi

Ekstrak gadung

Bahan dan Alat :
  • 1 kg gadung
  • Air secukupnya
  • Kain saring
  • Cara Pembuatan :
  • Gadung dikupas, dicuci, dan diparut lalu diperas dengan kain bersih
  • Cara Penggunaan :
  • Ambil larutan dengan dosis 5 – 10 ml/liter air. Semprotkan ke seluruh tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari
  • OPT Sasaran :
  • Walang sangit dan OPT padi

2. Pestisida Nabati Dari Biji Mimba

Mimba merupakan tanaman yang tumbuh dipinggir jalan atau dipematang sawah. Tumbuhan ini kadang tidak sengaja ditanam. Daunnya dijadikan makanan ternak kambing dan domba. Mimba mempunyai kandungan senyawa kimia: azadirachtin Salanin, nimbenin, meliantriol. Bagian mimba yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati adalah biji dan daun.

Kandungan senyawa inilah yang memungkinkan mimba dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat, hama pengisap, jamur dan bakteri. Hama pengisap ini bisa dari beberapa jenis diantaranya dari jenis hemiptera seperti : kepik, walang sangit dan wereng, jenis Lepidoptera yaitu kupu –kupu dengan tipe penghisap berupa belalai, yaitu: penggerek  batang, penggerek buah, ulat, dll atau dari jenis Tisanoptera yaitu sebangsa kutu dengan tipe penghisap berujung tajam.

Cara pembuatan pestisida nabati dari biji mimba:

  • 200-300 gram biji mimba sebanyak 200 – 300 gr ditumbuk halus atau
  • hasil tumbukan biji mimba di direndam dalam 10 liter air dan didiamkan cukup 1 malam.
  • Larutan diaduk sampai sudah campur semua lalu saring dengan kain halus.
  • Larutan kemudian disemprotkan ke tanaman yang terserang hama dan penyakit.
  • Cara pembuatan pestisida nabati dari daun mimba:
  • 1 kilogram daun mimba kering ditumbuk sampai halus
  • Kemudian direndam selama semalam dalam 10 liter air
  • Larutan diaduk pelan-pelan sampai rata lalu di saring dengan kain halus.
  • kemudian disemprotkan ke tanaman yang terserang hama dan penyakit tanaman.


3. Pestisida Nabati Srikaya dan Nona Seberang

Tanaman srikaya yang manis rasanya tersebut bisa digunakan sebagai pestisida nabati loh. Yang dimanfaatkan dari srikaya adalah bijinya. Biji srikaya mempunyai kandungan senyawa kimia annonain dan resin. Pestisida nabati srikaya ini dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan hama jenis pengisap dan ulat.

Untuk membuat pestisida nabati dari srikaya dapat dilakukan beberapa tahapan sebagai berikut:

  • 15-25 gram biji srikaya ditumbuk sampai halus, dapat juga diblender dengan blender tepung.
  • Tepung atau serbuk biji srikaya direndam dengan 1 liter air dan 1 gram detergen
  • Aduk semua campuran sampai homogen
  • Larutan kemudian disaring dengan menggunakan kain halus
  • Hasilnya disemprotkan pada tanaman


4. Pestisida Nabati Daun Pepaya

Kandungan : Papain
Kegunaan : mengendalikan ulat dan hama pengisap.

Cara pembuatan :

  • Rajang kira-kira 1 kg daun pepaya yang  segar.
  • Daun pepaya yang telah dirajang kemudian direndam    dalam 10 liter air dan 2 sdm minyak tanah dan 50 gram detergen/ sabun colek selama semalam.
  • Saring larutan hasil perendaman dengan kain halus.
  • Larutan yang telah di saring kemudian disemprotkan ke pertanaman.


5. Pestisida Nabati Biji Jarak

Biji jarak yang biasanya diolah menjadi minyak jarak ini dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Dalam bentuk larutan dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat dan hama pengisap. Dalam bentuk serbuk atau tepung pestisida biji jarak dapat digunakan untuk mengendalikan nematode.

Untuk membuat pestisida biji jarak dapat dilakukan cara berikut ini:

  • 0,75 gram biji jarak ditumbuk sampai halus
  • Dimasukkan dalam 2 liter air kemudian dipanaskan selama 10 menit
  • Larutan disaring dengan kain halus, bisa menggunakan kain sifon.
  • Ditambah dengan 10 liter air , kemudian diaduk
  • Larutan disemprotkan ke tanaman.

6. Pestisida Nabati Daun Sirsak

Tanaman sirsak ini juga merupakan tanaman buah yang sangat digemari. Buahnya terasa manis dan masam. Buah sirsak ini paling nikmat bila dibuat jus sirsak. Tetapi dalam hal ini daun sirsak dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Daun sirsak mengandung senyawa kimia golongan annanoin dan resin. Senyawa kimia ini dapat mengendalikan hama trips. Cara pembuatannya bagaimana ya ? begini caranya :

  • 50-100 lembar daun sirsak ditumbuk sampai halus.
  • Hasil tumbukan daun direndam dalam 5 liter air dan 15 gr detergen (sabun colek atau lainnya).
  • Diamkan rendaman selama 12 jam (semalam)
  • Saring dengan kain halus
  • Tiap 1 liter larutan diencerkan dengan 10-15 liter air atau 1 tangki sprayer diberi 1 liter larutan.
  • Disemprotkan pada tanaman


7. Pestisida Nabati Daun Sirsak dan Jeringau

Pestisida kali ini merupakan kombinasi antara daun sirsak dan jeringau (deringu). Keduanya apabila digabungkan memiliki kandungan senyawa kimia yang banyak, diantaranya : arosone, kalomenol, kolomen, kalameone, metil eugenol, eugenol. Kombinasi 2 jenis pestisida nabati ini dapat digunakan untuk mengendalikan hama wereng coklat pada padi.

Berikut ini cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak dan jeringau:

  • 1 genggam daun sirsak dan 1m genggam rimpang jeringau dan 20 siung bawang putih ditumbuk halus.
  • Hasil tumbukan bahan tersebut direndam dengan 20 liter air dan 20 gram detergen.
  • Semua larutan direndam selama 2 hari
  • Saring semuanya dengan kain halus
  • Untuk aplikasi penyemprotan 1 tangki sprayer diberi 1 liter larutan
  • Semprotkan ke tanaman yang diserang hama wereng.


8. Pestisida Nabati Daun Sirsak dan Tembakau

Pestisida nabati berikut ini juga kombinasi antara 2 bahan yaitu daun sirsak dan tembakau. Ya tembakau yang biasa di buat untuk rokok ini juga bisa digunakan untuk mengendalikan hama loh. Hama yang dapat dikendalikan dengan pestisida ini adalah belalang dan ulat.

Cara pengendaliannya dapat dilaksanakan cara berikut ini:

  • 50 lembar daun sirsak dan segenggam daun tembakau ditumbuk sampai halus.
  • Bahan dimasukkan dalam 20 liter air dan 20 gr detergent (bisa sabun colek).
  • Aduk rata dan diamkan selama semalam
  • Saring dengan kain halus.
  • larutan pekat ini dapat digunakan 4 kali penyemprotan (4 kali knapsack sprayer).
  • Larutan disemprotkan ke tanaman.

9. Pestisida Nabati Mindi

Ternyata daun mindi juga dapat digunakan sebagai pertisida nabati. Pestisida daun mindi ini dapat digunakan untuk mengendalikan hama pada tanaman. Dalam bentuk rendaman daun mindi dapat digunakan untuk mengusir belalang, sedangkan biji mindi segar dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat plutella xylostella

Cara membuat pestisida nabati mindi sama seperti cara pembuatan pestisida yang lain. Caranya yaitu:

  • 150 gram daun mindi pucuk segar direndam dalam 1 liter air selama 24 jam.
  • Hasil rendaman disaring dengan kain halus
  • 1 liter larutan diencerkan menjadi 20 liter.
  • Kemudian disemprotkan ke tanaman
Penggunaan pestisida memang diperlukan untuk pengendalian hama tanaman penggangu, namun akan lebih bijak bila penggunaan pestisida yang menggandug kimia untuk dikurangi agar lingkungan tetap terjaga kelestariannya dan salah satu caranya adalah dengan menggunakan pestisida alami.

Itulah Jenis Jenis Pestisida Nabati Dan Cara Membuatnya yang bisa Ceritatani sampaikan semoga ada manfaatnya untuk pertanian.

Sunday, June 25, 2017

Cara Menyimpan Vanili Kering Agar Tetap Bagus Dan Tahan Lama

Harga vainili kering pada tahun 2017 ini benar-benar sangat mencengangkan. Bagi pemilik vanili kering yang telah lama disimpan tentu akan menua keuntungan yang berlipat ganda. Cara menyimpan vanili kering agar tetap awet dan tahan lama, tentu dipengaruhi oleh banyak faktor, faktor utama tentu dari cara penyimpanannya dan juga dari kualitas vanili yang dipetik.

Cara-Menyimpan-Vanili-Kering

Bagi Anda yang kebetulan berbisnis vanili, kualitas tentu menjadi faktor penentu dimana hasil penjualan bisa berlipat ganda. Nah... berikut ini Ceritatani akan berbagi tips dan cara, bagaimana agar vanili kering tetap memiliki kualitas bagus walaupun disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Artikel Terkait :

4 Tips Menyimpan Vanili Kering

1. Pastikan Vanili Yang Dikeringkan Benar-Benar Tua.

Jenis vanili yang benar-benar sudah tua saat dipetik akan mempengaruhi kualitas hasil keringnya. Vanili yang sudah tua memiliki ciri-ciri warna hijau mengkilat. Vanili yang sudah tua, ketika dikeringkan akan memiliki bobot yang bagus dan nilai susutnyapun sangat sedikit.

2. Jemur Sampai Benar-Benar Kering.

Tingkat penjemuran juga sangat mempengaruhi vanili kering agar tetap bagus dan tahan lama. Pastikan pada saat penjemuran, vanili benar-benar terkena terik matahari secara sempurna, untuk itu biarkan vanili benar-benar kering betul sebelum disimpan dalam karung maupun plastik dan wadah lainnya.

3. Masukkan Vanili Kering Pada Kantong Plastik.

Setelah proses penjemuran vanili selesai dan vanili sudah dipastikan benar-benar kering, kemudian masukkan vanili kering pada kantong plastik. Pastikan kantong plastik benar-benar tidak ada agar udara tidak bisa masuk. Jika terjadi ada lubang pada kantong plastik, udara yang masuk bisa menyebabkan vanili dalam kantong menjadi lembab dan lama-kelamaan akan berair, dan itu yang bisa membuat vanili kering mejadi busuk dan tidak bisa tahan lama.

4. Simpan Vanili Dalam Tempat Yang Tidak Lembab.

Setelah vanili dimasukkan dalam kantong plastik, kemudian masukkan kedalam karung, fungsi nya adalah untuk menjaga agar kantong plastik tidak mudak berlubang ketika terkena kontak dengan benda lain. Langkah selanjutnya adalah simpan vanili kering yang telah berada didalam kantong ke tempat yang aman dan juga terhindar dari kelembaban.

Menyimpan vanili kering, banyak dilakukan oleh para pengepul maupun juga petani vanili, yang nantinya saat harga vanili mahal, barulah vanili kering akan dijual. Namun jika harga vanili seperti sekarang ini yang bisa mencapai 3 juta per 1 kg vanili kering, tentu tidak akan banyak orang yang menyimpan vanili kering, karena takut harga akan kembali murah.

Itulah 4 Tips Cara Menyimpan Vanili Kering Agar tetap Awet Dan Tahan Lama yang bisa Ceritatani bagikan pada kesempatan ini, semoga apa yang disampaikan bisa bermanfaat, akhir kata selamat berburu emas hijau yang saat ini harganya selangit. Salam Tani.